Meski PPKM Dilonggarkan, O「American Gaming Network」kupansi Hotel di Jakarta Tetap Lesu

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aturan main judi

BAmericaAmerican American Gaming Networkgaming Networkn Gaming Networkaca juAmerican Gaming Networkga: Banyak Hotel di Jakarta Bangkrut, Mulai dari Kelas Budget hingga Bintang Lima

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono mengungkapkan, pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan MasAmerican Gaming Networkyarakat (PPKM) belum dapat mendorong tingkat okupansi hotel di Jakarta secara signifikan.

Dengan begitu, kondisi perhotelan saat ini belum dapat dikatakan kembali normal. Untuk bisa menutup variable cost saja masih sangat sulit.

Baca juga: PHRI Jakarta Tolak Program Sertifikasi CHSE Kemenparekraf, Ini Alasannya

Ada hotel yang okupansinya meningkat menjadi 30 persen, tetapi rata-rata masih lesu dengan tingkat okupansi hanya 10 persen.

Namun demikian, dia mengaku, pasca pelonggaran PPKM, tingkat okupansi hotel di Jakarta perlahan merangkak naik. Hanya, peningkatannya belum merata.

"Jadi dulu waktu diterapkan PPKM ketat, okupansi hotel itu antara 10 persen hingga 15 persen. Nah sekarang mulai merangkak tapi belum signifikan, ada yang sudah 30 persen dan kebanyakan itu masih 10 persen," kata Sutrisno dalam konferensi pers virtual, Senin (27/9/2021).

Oleh karena itu, PHRI Jakarta berharap pemerintah turut serta membantu industri hotel agar tetap dapat bertahan.

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk kembali menggelar sejumlah kegiatan di hotel agar dapat membantu memulihkan pemasukan.

Dengan melonggarkan pembatasan, akan turut mendorong dan menarik pelancong dari luar Jakarta dengan mudah.

Salah satu kunci dari industri perhotelan adalah traffic pengunjung. Umumnya para pengunjung hotel di Jakarta merupakan orang-orang yang datang dari luar kota.

"Jadi kalau tamu atau demand-nya ada, orang mau datang itu tentu akan memperbaiki keadaan industri ini," jelasnya.