Wade International_How to play baccarat_Football betting_Roulette game

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aturan main judi

“AkLive entertainmentlive enteLive entertainmentrtainmentu sayang sama kamu. Karena itu aku harus pergi dari kamu.”

Kamu sudah cukup bijak untuk tahu apa bedanya. Hatimu selalu tahu ini cinta yang mana.

Kenapa dia yang katanya mencintai lebih sering pergi? Kenapa bertahan dia lupakan dan lebih memilih meninggalkan?

“Kamu enak bisa pergi. Lah, aku di sini?”

Ketika dia meninggalkanmu bukan berarti dia berhenti mencintaimu. Sesekali hidup hanya bergeser menuju sumbu yang baru. Sayangnya kali ini tanpa dia di situ .

Dan kamu gak perlu galau lagi karena kamu bisa curhatin kegalauan kamu langsung di @migmegalau

Paling tidak, rasa cinta yang ada membuatmu bisa merayakan hal-hal baik di kepala. Kamu masih bisa membayangkan bagaimana senyumnya, bagaimana rasanya dipeluk selepas hari panjang, bagaimana menceritakan kesuksesanmu padanya membuatmu merasa seperti pemenang.

Rasa yang masih tersisa membuatmu mampu menghargainya dengan tulus. Dia memang pergi. Tapi selalu ada hal dari dirinya yang membuatmu bersyukur dia pernah ada di sisi.

Ah, beberapa perasaan memang hanya harus diterima. Sesekali kita perlu berhenti bertanya.

Ada cinta yang mati-matian harus diperjuangkan. Cinta jenis ini adalah perasaan yang membuatmu memilih menutup mata dan terus berjalan mengalahkan semua tantangan. Sementara cinta yang menguatkan harus dipertahankan — cinta yang hanya menghalau rasa kesepian perlu dilepaskan.

Keinginan untuk bertahan terkadang membutakan. Rasa ingin didampingi setiap waktu mengalahkan kesadaran untuk beringsut dari hubungan yang sudah tidak lagi baik untukmu. Rasa takut sepi membuatmu lupa bahwa hidup bukan cuma soal rasa hangat di dada. Hidup juga soal bagaimana kamu terus berkembang sebagai manusia.

Seberapa sering alismu mengernyit ketika mendengar pernyataan yang satu ini? Katanya cinta. Tapi kok malah berkemas dan meninggalkan seenaknya. Bagaimana bisa ‘pergi’ jadi bukti cinta?

Ini memang akan terdengar klise sekali. Namun pergi juga bisa jadi bukti cinta, sesekali. Dia memilih pergi bukan karena kehabisan rasa. Malah dia ingin membuktikan bahwa hidup bisa berjalan baik-baik saja tanpanya. Dia hanya mau kamu juga percaya.

Kali ini Hipwee ingin mengungkapkan alasan bagi kamu yang masih selalu bertanya.Kenapa meninggalkan bisa jadi bukti kuatnya perasaan? Kenapa dia yang katanya mencintai kita justru lebih mudah mengakhiri hubungan?

Jelas sakit akan ada. Untuk beberapa saat kamu harus tidur dengan lubang menganga di dada. Memeluk diri sendiri jadi satu-satunya cara agar kamu bisa tidur setelah membasahi bantal dengan air mata. Namun pergi saat masih cinta jauh lebih baik dibanding pergi saat sudah tidak ada lagi rasa yang tersisa.

Sebagai orang yang ditinggalkan kamu selalu punya kesempatan untuk menyalahkan. Lantang mengutuk keadaan. Memposting semua perasaan lewat sosial media agar dia tersindir dan tersadar.

Pernyataannya sempat membuatmu ingin membawa kepalan tanganmu ke mukanya. Kamu mencintainya. Selama ini dia sudah jadi sumbu dunia. Bagaimana bisa kamu berjalan, kuat, waras, tanpa dia?

Dia memang meninggalkanmu. Kamu hanya sering kurang peka betapa dia mencintaimu.

“Kamu sekuat itu. Kamu pasti baik-baik saja walau tanpa aku.”

Walau sakit, posisi jadi pesakitan ini jauh lebih ringan dibanding dia yang mengambil keputusan. Seumur hidup dia akan menanggung perasaan bersalah pernah meninggalkan. Seumur hidup dia harus berdamai dengan pertanyaan, “Kenapa? Benarkah langkahku sudah meninggalkannya?”

“Sayang, tidak tahukah kamu kalau aku lebih berdarah-darah dalam hati?”

Kamu dan dia harus keluar untuk berkembang. Seperti perjalanan yang mendewasakan, kalian baru bisa tumbuh setelah menggigil kedinginan. Setelah merasakan kesepian. Setelah tahu rasanya ditinggalkan.

Hidup yang sudah terlalu biasa dijalani berdua terkadang menyisakan lubang di dada. Jelas kamu mencintainya. Soal dia, kamu pun tak lagi bertanya. Kalian sudah sama-sama berkembang jadi 2 orang yang saling jatuh cinta.

Jangan salahkan dirimu karena merasa tidak pantas dicintai saat dia memilih pergi. Tidak. Barangkali dia masih mencintaimu sedalam itu. Hanya saja hubungan ini sudah terasa terlalu nyaman. Dan selalu ada yang mengerikan dari empuknya rasa nyaman.